Baliho Andi Seto Dirusak OTK, Ketua Relawan Pejuang ASA Sadap Imbau Relawan Tak Terprovokasi 

siaranrakyat, MAKASSAR – Menjelang Pemilihan Wali Kota Makassar (Pilwalkot), aksi perusakan baliho partai bakal calon mulai marak terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah satu yang menjadi korban adalah bakal calon Wali Kota Makassar, Andi Seto Gadhista Asapa (ASA).

Baliho milik eks Bupati Sinjai ini dirusak oleh orang tak dikenal (OTK) di sejumlah titik di Makassar.

Tindakan tersebut menimbulkan kesan negatif dan memancing suasana menjadi tidak kondusif di tengah masyarakat yang sedang bersiap menyambut pesta demokrasi.

Hal ini sangat disayangkan oleh Ketua Pejuang Relawan ASA, Syarifuddin Daeng Punna (Sadap).

“Perusakan baliho ini sangat disayangkan. Tindakan ini tidak hanya mencoreng semangat demokrasi tetapi juga dapat menciptakan ketegangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sadap mengimbau seluruh relawan dan pendukung untuk tetap menjaga kondusivitas serta tidak terprovokasi oleh tindakan-tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.

Baca Juga :
Kondisi Merica yang Melimpah, Srikandi Ganjar Dorong Jadi Sumber Biogas Terbarukan

“Kami meminta kepada seluruh relawan untuk saling menjaga diri dan tidak merusak baliho kandidat lain. Mari kita hadapi pesta demokrasi ini dengan aman dan damai. Yakin dan percaya bahwa yang maju Pilwali Makassar adalah putra-putri terbaik Sulsel,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya menjadi contoh yang baik dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai etika dalam berpolitik.

“Relawan ASA harus menjadi contoh yang baik. Jika melihat baliho kandidat lain yang rusak, perbaiki kembali, bukan hanya baliho ASA,” katanya.

Dengan begitu, kata dia, kita bisa menunjukkan bahwa kita mendukung proses demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Dengan imbauan tersebut, Sadap berharap situasi menjelang Pilwalkot Makassar tetap kondusif.

Baca Juga :
‘Politik Dinasti’ Jadi Sorotan Aktivis dan Kaum Milenial

Di samping itu semua pihak dapat berpartisipasi dalam menjaga kedamaian serta keharmonisan di tengah persaingan politik yang ketat