Rektor Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar Baru dari Berbagai Keilmuan

siaranrakyat, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Profesor baru Bidang Ilmu Oseanografi Fisika (FIKP), Bidang Ilmu Komunikasi Antar Budaya (FISIP), Bidang Ilmu Proses Stokastik (FMIPA), dan Bidang Ilmu Biomaterial (FMIPA).

Proses pengukuhan berlangsung mulai pukul 08.30 Wita secara luring terbatas di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas, Rabu (13/12).

Dipimpin langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., didampingi Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, dan dihadiri tamu undangan, beserta keluarga besar dari profesor yang dikukuhkan.

Adapun empat profesor baru yang dikukuhkan adalah:

1. Prof. Dr. Ir. Abd. Rasyid J., M.Si, Guru Besar Bidang Ilmu Oseanografi Fisika, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 494
2. Prof. Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si. Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Antar Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 495
3. Prof. Dr. Nurtiti Sunusi, S.Si., M.Si, Guru Besar Bidang Ilmu Proses Stokastik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 496
3. Prof. Dr. Ir. Bidayatul Armynah, M.T, Guru Besar Bidang Ilmu Biomaterial, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-497.

Rektor Unhas Prof. JJ dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada professor baru atas pencapaian yang luar biasa yang telah meraih kehormatan ini. Pengukuhan sebagai Guru Besar bukanlah semata-mata sebuah penghargaan pribadi, melainkan juga menjadi cerminan dari dedikasi, keunggulan akademis, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Keberhasilan para profesor baru adalah cermin dari komitmen Unhas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan ini juga menjadi bagian integral dari visi dan misi universitas kami untuk menjadi pusat unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat yang berkeadilan,” jelas Prof. JJ.

Sebelumnya, masing-masing guru besar telah menyampaikan pidato penerimaan, yang membahas bidang keilmuannya.

Baca Juga :
Unhas Serahkan Inovasi Kursi dan Meja Ergonomis untuk Petani Rumput Laut Maros

Prof. Dr. Ir. Abd. Rasyid J., M.Si

Prof. Dr. Ir. Abd. Rasyid J., M.Si menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul ?Perairan Kepulauan Spermonde: Peran Faktor Oseanografi Fisika dalam Distribusi Ikan Pelagis Kecil?. Dalam pengantarnya dijelaskan bahwa osenaografi merupakan salah satu bagian ilmu kebumian yang mempelajari tentang lautan dan samudera, serta sifat dan isi yang terkandung di dalamnya hingga ke kerak dasar laut, dan interaksinya terhadap atmosfer dan daratan.

Kepulauan Spermonde merupakan dangkalan yang terletak di perairan sebelah barat daya Sulawesi Selatan, yang terdiri dari 112 pulau, dan 74 diantaranya berpenghuni. Dengan karakteristik dan dinamika osenografi yang dimiliki, perairan Kepulauan Spermonde merupakan Kawasan perairan yang kaya akan potensi sumberdaya perikanan.

?Faktor oseanografi dan informasi pola musim (barat, timur, dan peralihan timur ke barat dan barat ke timur) memainkan peranan penting dalam menentukan distribusi zona potensial penangkapan ikan pelagis kecil di Kepulauan Spermonde,? jelas Prof. Rasyid

Prof. Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si.

Menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul ?Komunikasi Antar Etnik Tionghoa dan Etnik Bugis-Makassar dalam Hubungannya dengan Integrasi Bangsa Pasca Orde Baru?. Dalam kenyataan sehari-hari, dapat dilihat bahwa Etnik Tionghoa di Indonesia telah bergaul secara luas dan intensif dengan Masyarakat Indonesia melalui proses komunikasi.

?Etnik Tionghoa berinteraksi dengan Masyarakat di Makassar dapat dilihat dari perilaku komunikasi mereka melalui berbagai aspek, yakni Bahasa, pergaulan, Pendidikan, hubungan kerja, perkawinan, media massa, partisipasi sosial, dan simbol-simbol budaya,? jelas Prof. Jeanny.
Bagi Etnik Tionghoa, bahasa tidak saja penting sebagai alat komunikasi dalam pergaulan dan perdagangan, tapi juga penting sebagai media dalam menjaga harmonisasi di antara etnik Tionghoa dan etnik lainnya di Makassar.

Prof. Dr. Nurtiti Sunusi, S.Si., M.Si

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul *Mengurai Kompleksitas Fenomena Alam Melalui Perspektif Stochastic Point Processes?, Prof. Nurtiti menjelaskan bahwa Fenomena alam merupakan suatu karya seni yang kompleks, menggelitik rasa ingin tahu, dan penuh misteri.

Proses stokastik memiliki peran yang sangat penting dalam memecahkan teka-teki alam karena fenoemna alam seringkali kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor acak, dan ketidakpastian. Salah satu isu penting dalam pemodelan menggunakan Stochastic Point Processes adalah sejauh mana model sesuai dengan data yang diperoleh dari fenomena alam.

Baca Juga :
Unhas-Kyoto University Kolaborasi Selenggarakan Konferensi Internasional The 2nd ICESD

?Melalui pendekatan ini, para ilmuwan dapat menggali pemahaman yang lebih dalam tentang sifat acak dari fenomena alam dan bahkan memprediksi perilaku masa depanya dalam kerangka matematis yang kuat,? jelas Prof. Dr. Nurtuti.

Prof. Dr. Ir. Bidayatul Armynah, M.T,

Membawakan pidato pengukuhan yang berjudul ?Multi Fungsi Biomaterial: Menjawab Berbagai Permasalahan Global Pada Bidang Lingkungan dan Energi?. Biomaterial adalah suatu jenis material yang terbuat dari sumber daya alam atau bahan-bahan organik. Dalam hal pengurangan pencemaran plastik, biomaterial dapat digunakan untuk menggantikan plastik konvensional dengan bahan yang dapat terurai secara alami dan ramah lingkungan.

?Penggunaan serat daun nanas dan nanopartikel seng oksida (ZnO) sebagai penguat dalam bioplastik pati telah berhasil mengembangkan bioplastik berbasis pati yang memiliki sifat mekanik tinggi, kemampuan biodegradasi cepat di tanah dan air laut, serta daya tahan anti mikroba yang baik, menjadikannya sebagai Solusi potensial untuk kemasan makanan ramah lingkungan.,? jelas Prof. Bidayatul.

Lebih lanjut, dipaparkan bahwa pengembangan biomaterial sebagai langkag terdepan dalam Solusi untuk tantangan lingkungan dan energi. Inovasi material dari sumber daya alam yang berlimpah dapat menghadirkan perubahan positif yang signifikan.

Kegiatan Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar Unhas berlangsung lancar dan hikmat hingga pukul 12.00 Wita.