Sedekah Sampah Menjadi Ibadah

siaranrakyat – Sampah, sebuah masalah global yang terus tumbuh dengan cepat, menjadi momok bagi banyak negara di seluruh dunia. Peningkatan produksi sampah, kurangnya sistem pengelolaan yang efektif, dan kesadaran lingkungan yang masih rendah menjadi faktor utama yang memperparah masalah ini.

Namun, di tengah tantangan ini, beberapa komunitas telah menemukan cara kreatif untuk mengubah sampah menjadi ladang ibadah. Inilah kisah inspiratif tentang bagaimana sampah bisa menjadi jalan menuju spiritualitas.

Bila bagi sebagian orang mengganggap sampah merupakan masalah. Ini tidak berlaku bagi warga Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, yang justru menjadikan sampah sebagai ladang ibadah.

Bagaimana tidak, dengan bersedekah sampah ke bank sampah milik PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Pematang Siantar yang dikelola Kelompok Bank Sampah Bantan Berseri Abadi, itu artinya masyarakat Kelurahan Bantan sudah membantu warga yang membutuhkan seperti kaum duafa dan anak yatim.

Dari data yang dihimpun, sistem pengelolaan sampah pada Bank Sampah Bantan Berseri Abadi melalui beberapa tahapan. Tahapan dimulai dengan pemilahan sampah dari masyarakat, sampah yang dikumpulkan oleh masyarakat lalu disetorkan ke bank sampah. Setelah itu dilakukan penimbangan sampah oleh petugas di bank sampah Bantan Berseri Abadi.

Kemudian dilakukan pencatatan jumlah sampah yang disetorkan oleh masyarakat di buku tabungan dan buku administrasi kelompok. Setelah sampah terkumpul dalam jumlah banyak, maka kelompok Bank Sampah Bantan Berseri Abadi menjual sampah kepada pengepul. Hasil penjualan sampah masuk ke rekening yang dikelola, di mana hasil penjualan itu nantinya disalurkan sesuai dengan program yang sudah dicanangkan.

Untuk pengumpulan sampah sendiri, Kelompok Bank Sampah Bantan Berseri Abadi sudah menyiapkan tong sampah di beberapa titik. Namun ada pula masyarakat yang mengantar langsung ke tempat pengumpulan sampah.

SEORANG warga memasukkan sampah ke dalam tong sampah yang sudah disiapkan.
SEORANG warga memasukkan sampah ke dalam tong sampah yang sudah disiapkan. (foto: HO)

Ketua Kelompok Bank Sampah, Armansyah, menjelaskan melalui program bank sampah ini pihaknya ingin mengubah mindset masyarakat yang selama ini mengganggap sampah hanya sekadar masalah, kini justru bisa menjadi ladang ibadah.

?Bagi saya ini merupakan hal kecil yang bermanfaat bagi banyak orang. Alhamdulillah bila program ini disambut baik banyak masyarakat, dan saat ini tercatat sudah ada 95 nasabah yang terdaftar di program bank sampah ini,? katanya Selasa (24/10).

Dijelaskan bila Program Bank Sampah yang dimulai pada tahun 2019 ini pada awalnya hanya untuk masyarakat Kelurahan Bantan saja. Namun, saat ini program bank sampah sudah melebarkan programnya ke kelurahan lain di Kota pematang Siantar, seperti Setia Negara, Tanjung Pinggir, Tambunnabolon, Pondok Sayur. Pematang Marihat, dan Timbanggalung.

Baca Juga :
Tebar semangat Pendidikan Melalui Kegiatan CSR di SMK Yapta, Kab. Takalar

Diakui pula jika Program CSR Fuel Terminal Pematang Siantar melalui Kelompok Bank Sampah Bantan Berseri Abadi telah memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat baik dari segi lingkungan, peningkatan ekonomi masyarakat, gerakan sosial, dan keagamaan.

Untuk gerakan sosial, pihaknya memberikan paket sembako untuk Gerakan Jumat Barokah bersama Badan Kontak Majelis Taklim setiap bulannya. Untuk ekonomi adanya pembinaan pembuatan keset kaki dan batu conblock dari hasil sampah yang diolah.

Sementara untuk aspek keagaaman pihaknya memberikan bantuan berupa papan tulis untuk Rumah Quran serta bantuan Alquran, Iqra dan buku tuntutan sholat untuk anak-anak pengajian.

?Sedangkan dari aspek lingkungan. Dengan adanya Program Bank Sampah ini maka jumlah sampah yang dibuang ke sungai maupun ke lingkungan oleh masyarakat perlahan berkurang. Melalui program Bank Sampah Bantan Berseri ini jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan dikelola oleh bank sampah sebesar 6,14 ton sejak tahun 2021 sampai Juli 2023,? jelasnya.

Tak hanya itu, dengan adanya program sedekah sampah mampu membantu masyarakat kurang mampu yang berada di Kelurahan Bantan melalui pemberian santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim. Tercatat, ada lima orang anak yatim dan duafa yang dibantu biaya sekolahnya.

PEMBERIAN dana Program Makanan Tambahan ke pihak posyandu.
PEMBERIAN dana Program Makanan Tambahan ke pihak posyandu. (foto: HO)

?Selain itu, dilakukan juga pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita saat kegiatan posyandu yaitu dengan menukarkan sampah yang dibawa oleh peserta posyandu,? katanya lagi.

Awalnya, kata Armansyah, warga yang memberikan sampahnya ke bank sampah ini untuk ditukarkan dengan voucher BBM dengan nominal yang beragam. ?Namun seiring berjalannya waktu justru mereka tidak berharap imbalan apapun dan mensedekahkan hasil tabungan sampahnya,? ujarnya lagi.

Nasabah Bank Sampah sekaligus warga Kelurahan Bantan, Yuslaili, mengaku senang dengan adanya Program Bank Sampah Bantan Berseri Abadi, karena secara perlahan masyarakat semakin peduli dengan lingkungan. Paling tidak kini masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

PEMBERIAN santunan sosial untuk duafah. (foto: HO)
PEMBERIAN santunan sosial untuk duafah. (foto: HO)

?Lalu di sini juga masyarakat bisa beramal dengan bersedekah sampah. Ini merupakan program yang benar-benar baik, karena mengandung nilai kemaslahatan umat,? ujarnya.

Ia pun mengaku menjadi nasabah sejak 2020, dan biasanya akan menyetor sampah setiap seminggu sekali. ?Alhamdulillah meski tidak banyak tapi minimal lewat aksi ini saya bisa bermanfaat bagi orang lain,? tutupnya.

Ubah Sampah Jadi Voucher BBM

Sementara itu, Community Development Officer (CDO) FT Pematang Siantar, Nova Yudia Winata mengatakan bila memang Program Bank Sampah yang dikelola Kelompok Bank Sampah Bantan Berseri ini akan memberikan reward atau semacam imbalan bagi mereka yang mau menabung sampah. Masyarakat akan menerima voucher BBM senilai Rp 20 ribu, Rp 30 ribu dan Rp 50 ribu. Hal ini dikenal dengan Corporate Share Value (CSV).

Baca Juga :
Tri Gelar Program Goes to School, Dorong Gen Z Berekspresi Lebih Kreatif dan Positif di Dunia Digital

?Voucher BBM tersebut nantinya dapat ditukarkan langsung dengan BBM jenis Pertalite ke SPBU yang telah bekerja sama dengan kelompok bank sampah Bantan Berseri Abadi atas rekomendasi dari Fuel Terminal Pematang Siantar,? kata Nova, Selasa (24/10).

Bahkan, kata Nova, selain menabung sampah, kelompok Bank Sampah Bantan Berseri Abadi juga melaksanakan kegiatan sedekah sampah, yakni hasil penjualan sampah dari masyarakat akan disedekahkan kepada kaum dhuafa dan anak yatim.

?Program bank sampah yang dilaksanakan di Kelurahan Bantan sama seperti menabung sampah seperti biasanya. Namun yang menjadi perbedaan adalah sistem pembayaran sampah di kelompok Bank Sampah Bantan Berseri Abadi dengan menggunakan voucher BBM,? ujarnya.

Lanjut Nova, dalam program bank sampah ini, FT Pematang Siantar bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematang Siantar yaitu dalam hal pemberian sosialisasi dan pelatihan tentang sampah. Dan juga Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar dalam pemberian makanan tambahan di posyandu.

Bank Sampah Bantan Berseri Abadi bisa menjadi salah satu program pengelolaan sampah yang tepat, serta mampu mengubah perilaku masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sembarang tempat dan tidak membakar sampah karena dapat berpengaruh bagi kesehatan.

Ketika sampah menjadi ladang ibadah, itu adalah cerminan dari sejauh mana kesadaran lingkungan dan spiritualitas bisa berdampak positif pada dunia. Meskipun masalah sampah mungkin terasa tak teratasi, upaya-upaya seperti ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga bumi dan menjalankan ibadah melalui tindakan nyata. (wol/ari/d1)