IHSG Masih Tertahan di Level 7.100

MEDAN, siaranrakyat – Mata uang rupiah kembali diselimuti kabar baik seiring dengan anjloknya imbal hasil US Treasury di bawah 4.2%.

Imbal hasil US Treasury 10 tahun sebesar 4.171%, walaupun disisi lainnya besaran USD Index yang justru sempat naik melewati level 104. Sehingga pergerakan mata uang rupiah diproyeksikan masih berpotensi untuk bergerak sideways.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, menuturkan mata uang rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.450 hingga 15.550 per US Dolar pada perdagangan hari ini. Pada sesi perdagangan pagi ini, mata uang rupiah ditransaksikan stabil di level 15.505 per US Dolar.

?Sulit bagi Rupiah untuk menguat lebih jauh ditengah tekanan mata uang US Dolar yang tercermin dari membaiknya kinerja USD Index,? tuturnya, Rabu (6/12).

Di sisi lainnya, kinerja IHSG diproyeksikan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Bursa di kawasan Asia masih belum mendapatkan dorongan untuk menguat lebuh jauh. Sementara anomali yang terjadi pada IHSG lebih didorong oleh derasnya capital inflow yang masuk ke pasar keuangan.

Baca Juga :
Ditjen Migas Bersama Pertamina Sulawesi, Monev Langsung ke Pangkalan LPG 3 Kg di Kota Makassar

?Aksi window dressing juga menjadi salah satu katalis penguatan pada kinerja IHSG. Namun, secara teknikal IHSG terpantau masih kesulitan untuk menembus level psikologis 7.100. Pada perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 7.030 hingga 7.100. Dan di sesi perdagangan pagi ini IHSG terpantau sedikit mengalami pelemahan di level 7.096,? ungkapnya.

Sementara iitu, harga emas dunia masih mengalami tekanan pada perdagangan pagi ini. Harga emas turun di level $ 2.019 per ons troy. Pada dasarnya harga emas tidak mendapatkan kabar buruk khususnya dari perubahan data ekonomi AS yang mendukung penguatan kinerja mata uang US Dolar.

?Harga emas masih berpeluang menguat seiring dengan membaiknya sisi fundamental yang mendorong penguatan harga emas dalam jangka pendek,? tandasnya. (wol/eko/d1)

Baca Juga :
Harga Beras Masih Diprediksi Penyumbang Inflasi September 2023

Editor: Ari Tanjung