Pagi Ini, IHSG Dan Rupiah Diproyeksikan Bergerak Terbatas

MEDAN, siaranrakyat – Pada perdagangan pagi ini, sejumlah bursa di Asia bergerak sideways.

Demikian halnya sejumlah bursa acuan di Eropa dan di AS, semuanya juga terpantau bergerak mendatar. Pelaku pasar masih menanti bagaimana rilis data pertumbuhan ekonomi China yang dijadikan tolak ukur dalam melihat prospek pertumbuhan ekonomi global kedepan.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, menuturkan jadi fokus pelaku pasar sementara akan tertuju pada data tersebut. IHSG sendiri diperkirakan akan bergerak ambigu sampai rilis data nantinya tuntas.

?Pelaku pasar sebaiknya mengambil posisi wait and see terlebih dahulu. Lebih baik melihat bagaimana respon bursa saham di Asia jelang rilis data GDP China, baru dijadikan landasan untuk mengambil sikap pada pasar saham di tanah air,? tuturnya, Rabu (18/10).

IHSG sendiri diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 6.900 hingga 6.950 pada perdagangan hari ini. IHSG pada sesi pembukaan perdagangan mengalami pelemahan tipis di level 6.931,18. Untuk sentimen kenaikan harga komoditas yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia cukup berpotensi mendorong saham di sektor tersebut untuk sedikit menguat pada hari ini.

Baca Juga :
Harga Kripto 8 Januari 2024: Bitcoin Menguat Terbatas

?Harga minyak dunia terpantau mengalami kenaikan ke level $88 per barel pagi ini. Termasuk sejumlah komoditas lain turut menguat, kecuali batu bara yang mengalami koreksi tipis. Seperti harga CPO terpantau mengalami penguatan di level 3.792 ringgit per ton. Dan saham sektor komoditas maupun perbankan cukup menjanjikan penguatan dalam jangka pendek,? ungkapnya.

Sementara itu, kinerja mata uang rupiah berpeluang untuk kembali mengalami tekanan pada hari ini. Kenaikan imbal hasil obligasi di AS kembali terjadi. Yang sangat potensial memberikan dorongan penguatan pada US Dolar dan menekan mata uang rupiah. Meski demikian rupiah diperkirakan akan bergerak sideways dalam rentang 15.700 hingga 15.750 per US Dolar. Sejauh ini rupiah terpantau sedikit menguat dikisaran 15.708 per US Dolar.

?Di sisi lain, harga emas di perdagangan pagi ini terpantau mengalami penguatan. Harga emas naik di level $1.940 per ons troy. Harga emas sejauh ini masih diuntungkan dengan konflikk Israel- Hamas yang membuat pelaku pasar cenderung lebih memiih save haven dibandingkan dengan aset beresiko lainnya,? tandasnya. (wol/eko/d1)

Baca Juga :
JELANG MUSIM TANAM, PUPUK INDONESIA SIAPKAN STOK 188 RIBU TON PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SULAWESI SELATAN

Editor: Ari Tanjung