Pasar Saham Berpeluang Terkoreksi

MEDAN, siaranrakyat – Data PDB Jepang terkontraksi lebih dalam dari perkiraan sebelumnya di kuartal ketiga. Pertumbuhan ekonomi Jepang menyusut atau turun -2.9%, atau lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar -2.1%.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, menuturkan memburuknya perekonomian Jepang sangat berpeluang menjadi pemicu melemahnya kinerja indeks bursa di kawasan Asia pada perdagangan hari ini. Selain jepang, ekonomi uni eropa juga mengalami kontraksi sebesar -0.1% dalam sesi perdagangan sebelumnya.

?Walaupun pasar saham di tanah air tidak banyak dipengaruhi oleh perekonomian jepang, namun pelemahan kinerja indeks bursa di Asia bisa memicu terjadinya koreksi pada IHSG. Pada perdagangan pagi ini, sejumlah bursa di Asia diperdagangkan di teritori negatif, yang bsa menekan IHSG dibawah level 7.100. Dan pagi ini, IHSG ditransaksikan melemah tipis di kisaran level 7.100,? tuturnya, Jumat (9/12).

Baca Juga :
Gubernur BI Prediksi 2-3 Tahun Lagi Terjadi Krisis Ekonomi

Siang ini, indeks kepercayaan konsumen di tanah air juga akan dirilis. Meskipun diproyeksikan akan tetap berada di atas level 100, namun penurunan besaran indeks sangat menentukan bagaimana kinerja pasar keuangan pada hari ini. Selain itu pasar saham juga akan banyak disuguhkan data data penting lainnya, seperti data tingkat pengangguran di AS.

?Untuk kinerja mata uang rupiah, tekanan pada rupiah di perdagangan hari ini juga lebih terlihat. Imbal hasil US treasury mengalami kenaikan, walaupun untuk USD Indexnya justru lebih rendah dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Sehingga rupiah berpeluang untuk bergerak mixed dalam rentang 15.470 hingga 15.550 pada perdagangan hari ini,? ungkapnya.

?Dan di sesi perdagangan pagi, terpantau mata uang rupiah ditransaksikan sedikit mengalami penguatan dikisaran level 15.500 per US Dolarnya. Sementara itu harga emas dunia ditransaksikan mendatar dikisaran level $2.028 per ons troy sejauh ini,? tandasnya. (wol/eko/d1)

Baca Juga :
Ponpes DDI Abrad Terima Pembinaan Dan Penyuluhan Tata Kelola Koperasi

Editor: Ari Tanjung