Sejumlah Mantan PSMS Sesalkan Gagalnya Witia Pusen Maju Ketua Askot PSSI Medan

MEDAN, siaranrakyat – Gagalnya Ketua Umum Keluarga Besar Mantan Pemain PSMS Medan Witia Pusen maju sebagai calon Ketua Askot PSSI Kota Medan menjadi pertanyaan besar bagi mayarakat kota Medan khususnya sejumlah mantan PSMS Medan.

Mantan PSMS dan PSSI Badiaraja Manurung mengakui sebagai mantan pemain PSMS dirinya mengaku heran dengan gagalnya Witia Pusen.

?Saya secara pribadi menilai saat ini kondisi sepakbola Kota Medan sedang tidak baik-baik saja. Maka harusnya Askot PSSI Medan dipimpin oleh orang yang memang mengerti sepakbola, salah satunya mantan pemain,? terang Badia dalam rilis yang diterima awak media, Kamis (31/8).

?Hari ini kita membaca di media bahwasannya Witia Pusen gagal dalam maju sebagai calon Ketua Askot PSSI Medan. Saya tentu sangat menyesalkan itu, saya tahu dia, bagaimana kualitasnya dan memang orang sepakbola, sehingga heran kalau gagal maju,? tambahnya.

Dirinya juga menilai bahwa tidak mengenal sosok yang baru saja terpilih sebagai Ketua Askot PSSI Medan. ?Saya tidak tahu kapan dia main dan mengurus sepakbola,? terangnya.

Ia juga menilai Asprov PSSI Sumut cq Komisi Pemilihan telah melanggar aturan tentang pemilihan bakal Ketua Askot Medan, sehingga dampaknya tidak memberikan kesempatan bagi calon lainnya seperti Witya Fusen.

Baca Juga :
La Liga: Kalahkan Alaves, Xavi Tegaskan Ini Sebuah Pembuktian

?Kami sebagai mantan PSMS mendukung dengan kredibilitasnya yang mumpuni itu. Kenapa panitia pemilihan tidak memberikan kesempatan bagi Fusen apabila ada kekurangan-kekurangan administrasi, atau lainnya. Saya rasa hal ini telah mencoreng muka PSSI yang dinakhodai Erick Thohir yang telah bersusah payah memperbaiki kinerja federasi ini,? ujarnya.

?Saya berharap agar kongres harus dianulir atau ditunda kembali untuk dilakukan secara jurdil, bermartabat dan berdaulat oleh klub-klub (voter) maupun calon-calon ketua yang siap untuk maju termasuk Witya Fusen,? tegasnya lagi.

Hal senada juga disampaikan mantan PSMS Sunardi B yang mengaku heran terkait gagalnya Witia Pusen maju sebagai calon Ketua Askot Medan. ?Di sini saya berharap Asprov PSSI Sumut dapat transparanlah, apa alasan Witia Pusen bisa gagal,? katanya.

Tumsila yang juga mantan PSMS dan PSSI menilai sudah tidak heran dengan kondisi organisasi persepakbola tanah air. ?Seharusnya pihak-pihak terkait bisa melihat apa yang sudah terjadi 10 tahun belakangan ini, susah sekali kita menelurkan pemain-pemain berbakat dari Sumut

khususnya Kota Medan. Itu artinya pembinaan yang tidak pernah dilakukan di level bawah Askot PSSI Kota Medan,? terang Tumsila.

Baca Juga :
Dispora Sediakan Games Lambasena dan Dende Berteknologi VR & AR dan Kompetisi PS 5 Gratis Berhadiah Rp25 Juta di F8

Terakhir, mantan PSMS lainnya, Abdul Rahman Gurning juga prihatin dengan apa yang dilakukan panitia KLB ASKOT PSSI Medan, karena pihaknya terus mengikuti tahap demi tahap dari awal verifikasi klub-klub anggota Askot PSSI Medan, pemilihan panitia KLB, dan tahapan lainnya.

?Saya menilai banyak sekali kejanggalan yang terjadi. Tentu kami sebagai insan sepakbola Kota Medan berharap hal seperti ini tidak dapat terulang lagi, dan harus diusut seluruh kejanggalan yang ada, ini dilakukan demi majunya sepakbola Kota Medan,? tutupnya. (wol/rls/asred/d1)