Ternyata, Sering Begadang Dapat Mempercepat Penuaan Otak

siaranrakyat – Apakah Anda sering bergadang? Mungkin saat ini adalah saat yang tepat untuk mempertimbangkan ulang kebiasaan tidur Anda.

Alasan-alasan mengapa bergadang tidak baik bagi kesehatan tampaknya semakin jelas. Kurang tidur, selain mengganggu kinerja kognitif, juga memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental dan dapat mempercepat penuaan otak.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience mengungkapkan bahwa kurang tidur semalam saja dapat mengubah otak dan membuatnya menjadi lebih tua.

Penuaan otak umumnya melibatkan perubahan struktural dan fungsional yang memengaruhi kognisi seiring berjalannya waktu. Kurang tidur jadi satu faktor yang dapat mempercepat proses ini.

Tidur bukan hanya saat tubuh kita beristirahat, tetapi otak kita juga melakukan pekerjaan penting saat itu.

Saat kita tidur, otak memproses dan mengonsolidasikan memori, membersihkan racun, serta menciptakan jalur saraf baru. Jika kita tidak memberikan otak kita waktu yang cukup untuk melakukan tugas-tugas ini, maka fungsi kognitif kita dapat terganggu.

Penelitian ini melibatkan 134 partisipan sehat dengan usia rata-rata 25,3 tahun. Mereka dibagi menjadi empat kelompok tidur: kurang tidur total (tidak tidur), kurang tidur parsial (hanya tidur tiga jam), kurang tidur kronis (hanya tidur lima jam selama lima hari berturut-turut), dan kelompok kontrol (tidur delapan jam).

Baca Juga :
Kehebohan Senam Pagi Bersama di Posko Daeng Manye, Bina Kebersamaan

Hasilnya, hanya kelompok kurang tidur total yang mengalami peningkatan usia otak sekitar 1-2 tahun setelah tidur malam yang sangat singkat.

Namun, penting untuk diingat bahwa penelitian ini memiliki batasan, termasuk kelompok usia partisipan dan durasi tidur yang terbatas.

Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efek jangka panjang dari kurang tidur pada berbagai kelompok usia dan pola tidur yang berbeda.

Selain mempercepat penuaan otak, kurang tidur juga telah terkait dengan risiko peningkatan terkena demensia.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang dari tujuh jam setiap malam dapat meningkatkan peluang terkena penyakit ini.

Selama tidur, otak membersihkan racun dan molekul perusak yang dapat berkontribusi pada degenerasi saraf, termasuk penyakit Alzheimer.

Tidak hanya itu, kurang tidur juga memiliki dampak pada kesehatan mental kita. Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, kemampuan mengatasi stres, dan bahkan kemampuan kita untuk menginterpretasikan emosi dengan benar.

Ini disebabkan oleh aktivitas berlebihan pada amigdala, pusat pemrosesan emosi dalam otak kita, yang menjadi terlalu aktif saat kita kurang tidur.

Dengan demikian, penting bagi kita semua untuk menghargai tidur yang cukup sebagai bagian penting dari menjaga kesehatan otak dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Baca Juga :
Cara Mengatasi Bintik Hitam di Wajah

Jadi, jangan anggap remeh pentingnya tidur yang cukup. Tidur bukan hanya tentang istirahat fisik, tetapi juga perawatan yang diberikan pada otak dan kesehatan mental kita.

Dengan menjaga tidur yang berkualitas, Anda dapat menjaga otak Anda tetap muda dan mendukung kesehatan mental yang baik. (wol/kompastv/ryan/d2)