Efek Samping Konsumsi Terong, Dari Alergi Hingga Keracunan Solanin

siaranrakyat – Terong sering dianggap sebagai salah satu sayuran yang sangat baik untuk dimasukkan dalam pola makan sehat. Sayangnya, konsumsi terong berlebih bisa menyebabkan efek samping bagi kesehatan.

Terong memiliki kandungan nutrisi yang melimpah serta kaya akan antioksidan. Hal ini menjadikannya sebagai pilihan yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kenaikan gula darah, kelebihan berat badan, dan bahkan kanker.

Namun, di balik segala manfaatnya, terong ternyata juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Orang dengan kondisi tertentu bahkan dilarang makan terong karena bisa memicu alergi.

Efek Samping Makan Terong

1. Alergi

Terong termasuk dalam keluarga sayuran nightshade yang memiliki kaitan dengan risiko alergi. Meskipun kasusnya jarang, terong dapat menyebabkan reaksi alergi seperti kesulitan bernapas, pembengkakan, dan rasa gatal pada kulit.

2. Batu Ginjal

Medical News Today menyebutkan, kandungan oksalat pada terong dapat berpotensi menyebabkan pembentukan batu ginjal. Beberapa orang yang rentan menyerap oksalat harus mewaspadai hal ini.

Baca Juga :
Pemerintah Jepang Mewajibkan Enam Negara Ini Ikuti Tes TBC

Meskipun penelitian terkait masih terbatas, jika Anda mengonsumsi terong secara berlebihan dan merasakan nyeri tajam di daerah ginjal, segera konsultasikan dengan dokter.

3. Kekurangan Zat Besi

Senyawa bernama nasunin, yang termasuk dalam kelompok antosianin dan terdapat di kulit terong, dapat mengikat zat besi dalam tubuh dan mengeluarkannya. Bagi beberapa orang yang memiliki zat besi yang cukup banyak dalam tubuhnya mungkin baik mengonsumsi terong.

Sebaliknya, orang dengan kadar zat besi dalam tubuh yang rendah, terong justru berpotensi mengganggu penyerapan zat besi dan mengakibatkan kekurangan zat besi dalam tubuh.

4. Keracunan Solanin

Terong mengandung senyawa alami bernama solanin. Solanin ini berfungsi melindungi tanaman saat masih berkembang.

Konsumsi berlebihan solanin dapat menyebabkan gejala seperti muntah, mual, dan kantuk, yang merupakan tanda-tanda keracunan. (wol/kompastv/ryan/d1)

Baca Juga :
BPJS Kesehatan Gandeng BKS IKM-IKP-IKK-FKI untuk Tingkatkan Kompetensi Dokter