Hari Kanker Sedunia 2024: MSD dan YKI Hadirkan Cerita Perjalanan Pejuang Kanker Melalui Pameran Seni Bertema ‘Close the Care Gap’

siaranrakyat, JAKARTA – Lebih dari 124 karya seni dari penyintas kanker dipamerkan dalam pameran seni yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Pameran bertema ?Close the Care Gap? ini berlangsung di Indonesia Design District, PIK 2, pada 2-4 Februari 2024, dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia.

Kanker masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia, menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular. Dengan 396.914 kasus kanker dan 234.511 kematian pada 2020, kanker payudara menjadi jenis yang paling tinggi terjadi di Indonesia, diikuti oleh kanker serviks, kanker paru, kanker usus, dan kanker hati.

Pergeseran usia penderita kanker yang semula didominasi oleh pasien di atas 55 tahun menjadi di bawah 50 tahun menjadi perhatian serius. Kasus kanker baru pada usia di bawah 50 tahun meningkat 79 persen selama tiga dekade terakhir, seperti yang dipublikasikan dalam jurnal British Medical Journal Oncology.

Baca Juga :
Yayasan Hadji Kalla Gelar Temu Kader Pelatih Klub Senam Jantung Sehat

Koordinator Bidang Humas YKI, Pratiwi Astar, mengingatkan pentingnya deteksi dini dan dukungan sosial melalui komunitas seperti Yayasan Kanker Indonesia. George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia, menyoroti kesenjangan pemahaman terkait kanker di Indonesia dan mengakui tiga tantangan utama: misinformasi, keterlambatan penanganan, dan keengganan untuk melakukan terapi.

Dalam pameran seni, lebih dari 124 karya seni dari penyintas kanker dipamerkan, mencerminkan empat fase perjalanan setelah didiagnosis kanker. Kegiatan juga mencakup talk show edukasi dan seminar kesehatan bertajuk ?Ngobrolin Kanker?, membahas pemahaman tentang jenis kanker, perjuangan awal melawan kanker, mitos terkait kanker, dan tes penunjang.

MSD Indonesia menyediakan platform @NgobrolinKanker untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dan edukasi seputar kanker. Dengan harapan bahwa informasi yang tepat dapat menghapus kesenjangan informasi terkait kanker dan memampukan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memberikan pendampingan kepada penderita kanker.

Baca Juga :
Leher Sering Terasa Seperti kesetrum? Prof Ridha Ungkap Penyebab dan Cara Menanganinya