Errimanto Damanik Sukses Manfaatkan Teknologi Digital, Prof Ridha: Sudah Saatnya!

MEDAN, siaranrakyat – Teknologi digital sudah saatnya dikenali oleh masyarakat luas terutama para pelaku usaha kecil dan menengah. Jangan pernah merasa asing apalagi menolak untuk mengenal teknologi digital.

Mengingat, untuk mengembangkan usaha tak hanya membutuhkan keberanian tapi juga keterampilan terutama memahami teknologi digital yang semakin maju dan terus berkembang.

Mendatangkan uang dengan mudah saat ini tak hanya lewat pekerjaan-pekerjaan konvensional atau yang sudah ada sejak dulu.

Namun dengan media platform media sosial, juga bisa mendatangkan uang meski hanya di rumah.

Hal itu disampaikan Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI) Prof Dr dr. Ridha Dharmajaya Sp.BS (K), Minggu (7/1).

“Sudah saatnya kita mengenal teknologi digital dengan memanfaatkan platform media. Semakin akrab dengan kemajuan teknologi maka semakin besar peluang kita untuk mengembangkan usaha dan mendatangkan uang yang akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan rumah tangga,” harapnya.

Lapak virtual atau market place sebut Prof Ridha akan memangkas biaya produksi dan sewa lapak yang terkadang menjadi kendala bagi para pelaku kecil dan menengah untuk mengembangkan usahanya.

Baca Juga :
Telkomsel Roadshow dan Seminar Internet BAIK di Kota Medan

Ketika hal itu mulai diadopsi, guru besar Fakultas Kedokteran itu meyakini jika problematika ekonomi rumah tangga akan teratasi.

“Saat ini pelaku usaha kecil yang masih bersifat konvensional dan tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi kerap tersaingi dengan para pelaku usaha yang sudah memulai usahanya dengan memanfaatkan teknologi digital. Alhasil banyak yang gulung tikar. Untuk itu mari kita membuka diri dan mulai akrab dengan teknologi digital agar bisa eksis dan mengembangkan usahanya,” ajak Prof Ridha.

Hal itu pun dibenarkan oleh Errimanto Damanik. Sebagai pelaku usaha Souvenir_ok di bawah naungan CV Mawaddah, dirinya mengaku memanfaatkan media platform seperti tiktok, instagram, tokopedia, dan juga whatsapp bisnis untuk mengembangkan usaha yang telah dilakoninya sejak 2011 silam itu.

Erri menjelaskan jika usahanya yang berkantor di kawasan Tanjung Bunga 2 nomor 60 itu mulai memanfaatkan platform media sejak tiga tahun belakangan atau sekitar 2021 lalu.

“Alhamdulillah setelah memanfaatkan platform media sosial cukup berpengaruh dalam peningkatan omzet terkhusus branding. Karena branding yang paling penting dalam usaha ini,” ujar Erri yang mengaku menekuni usaha bidang suplier kantor itu.

Baca Juga :
KPI Putuskan Nasib Tayangan Adzan Tampilkan Ganjar di TV, Lanjut atau Take Down?

Kini Erri mengaku telah memiliki 8 karyawan dan terus mengembangkan dunia usahanya serta tak lupa menjadikan usaha tersebut sebagai media meringankan masyarakat yang membutuhkan. (wol/rls/ags/d2)