IHSG Ditutup Turun, Surplus Neraca Dagang Tidak Mampu Selamatkan Rupiah

MEDAN, siaranrakyat – Data neraca dagang Indonesia masih mampu membukukan surplus meskipun tren surplusnya justru didorong oleh penurunan kinerja ekspor dan impor.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, menuturkan akan tetapi realisasi surplus neraca dagang bulan September senilai $3.42 Milyar masih lebih tinggi dari ekspektasi maupun realisasi capaian pada bulan agustus sebelumnya.

?Sayangnya, data tersebut tidak mampu menahan pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini. Mata uang rupiah masih melemah terhadap US Dolar. Rupiah melemah di kisaran level 15.715 pada sesi perdagangan jelang penutupan. Kinerja mata uang rupiah tidak sendirian, tren penguatan US Dolar juga turut terjadi terhadap sejumlah mata uang asia lainnya,? tuturnya, Senin (16/10).

Rupiah bisa saja mendapatkan dorongan untuk menguat jika Bank Indonesia menaikkan bunga acuan di pekan ini. Walaupun belum tentu akan menjamin selanjutnya, bahwa rupiah akan mampu menguat terhadap mata uang US Dolar. Karena Rupiah sangat dipengaruhi oleh suku bunga acuan yang akan diambil oleh The FED, termasuk perubahan harga komoditas enerji seperti harga minyak mentah dunia.

Baca Juga :
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Rabu (29/11)

?Sementara itu, kinerja IHSG yang pada sesi pembukaan mampu berada di zona hijau, mendadak berbalik arah dan diperdagangkan di zona merah setelah pukul 10 WIB. Pelemahan IHSG juga tidak sendirian, bursa di kawasan asia yang pada sesi pembukaan perdagangan sempat bergerak sideways, justru mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan,? ungkapnya.

Tekanan pada IHSG turut diperburuk oleh memburuknya ekspektasi data ekonomi China di pekan ini. Mengingat perlambatan ekonomi China telah memicu perlambatan pada kinerja ekspor-impor di tanah air. Sehingga mengganggu kinerja emiten di pasar saham, terutama yang selama ini sangat diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas.

?IHSG pada hari ini ditutup melemah 0.44% di level 6.896,29. Kinerja IHSG pada perdagangan besok masih terlihat belum ada tanda-tanda kuat terjadinya pemulihan. Sejumlah indikator yang terlihat sejauh ini menunjukan bahwa tekanan pada pasar saham global tetap berpeluang terjadi. Minimnya agenda ekonomi yang dirilis membuat pasar kemungkinan masih akan bergerak sideways dengan potensi melemah,? ucap Gunawan.

Disisi lain, harga emas dunia terpantau bergerak melemah. Pada perdagangan hari ini, emas sempat ditransaksikan di atas $1.920 per ons troy, pada sesi perdagangan sore turun ke level $1.912 per ons troy nya.

Baca Juga :
BTN Syariah Dinobatkan Jadi Unit Usaha Syariah Terbaik

?Secara teknikal harga emas dilanda aksi profit taking setelah sempat menguat tajam dalam sepekan terakhir, seirama dengan mencuatnya konflik Hamas ? Israel,? tandasnya (wol/eko/d1)

Editor: Ari Tanjung