Kalah di Old Trafford, Ten Hag Sebut Mental Para Pemain MU Lemah

MANCHESTER, siaranrakyat – Manchester United (MU) bertekad untuk bisa kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Galatasaray di laga kedua penyisihan Grup A Liga Champions, Rabu (4/10) dini hari WIB. Namun, mentalitas bertanding ternyata masih menjadi problem utama buat para penggawa Man United.

Alih-alih bisa menutup laga dengan kemenangan, Man United malah dipermalukan Galatasaray, 2-3, dalam laga di Stadion Old Trafford tersebut. Ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun MU di semua ajang usai menyerah, 0-1, dari Crystal Palace, akhir pekan lalu.

Man United pun dipaksa menelan dua kekalahan ini saat tampil di partai kandang. Di laga kontra Galatasaray, MU sebenarnya sudah mengawali laga dengan cukup apik. Namun, dua kali mencatatkan keunggulan, Man United gagal mempertahankan kemenangan dan justru berbalik tertinggal pada pengujung laga.

Rasmus Hojlund membawa Iblis Merah unggul pada menit 17 usai memaksimalkan umpan Marcus Rashford. Gol ini sekaligus menjadi gol perdana Hojlund buat Man United. Namun, Galatasaray bisa menyamakan kedudukan lewat gol Wilfried Zaha. Eks winger Iblis Merah itu merobek gawang Man United pada menit 23.

Kondisi serupa terjadi pada babak kedua. Gol Karim Akturkoglu berhasil menyamakan kedudukan usai Man United unggul via gol kedua Hojlund di laga ini pada menit 67. Petaka datang buat Man United pada menit 81. Sebuah serangan balik cepat Galatasaray sukses dimanfaatkan Mauro Icardi.

Baca Juga :
Makassar Triathlon Race 2023, Total Hadiah Rp 210 Juta

Tim tamu bahkan memiliki peluang menutup laga dengan selisih gol lebih banyak apabila Icardi sukses memanfaatkan eksekusi tendangan penalti. Galatasaray mendapatkan hadiah penalti usai pelanggaran yang dilakukan Casemiro menyusul blunder kiper Andre Onana.

Tidak hanya berbuah penalti buat Galatasaray, pelanggaran itu juga membuat Casemiro menerima kartu kuning kedua alias kartu merah. Tekad Man United untuk bisa kembali ke jalur kemenangan berakhir dengan kegagalan. MU pun kian terpuruk dengan menelan enam kekalahan dari 10 laga di semua ajang pada musim ini.

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, tidak ragu menyebut soal lemahnya mentalitas bertanding anak-anak asuhnya di laga tersebut. Dua kali gagal mempertahankan keunggulan sudah cukup menjadi penanda kesalahan dalam mentalitas bertanding para penggawa Man United.

”Kesalahan dalam mentalitas bertanding, Anda tidak bisa melakukannya di level ini. Anda akan mendapatkan ganjaran dari kondisi itu. Hal ini sulit untuk dikendalikan. Kami dua kali unggul dan mengendalikan permainan, tapi malah menelan kekalahan. Kami harus berharap yang lebih baik,” kata Ten Hag kepada TNT Sports usai laga tersebut, Rabu (4/10).

Seperi diketahui, bukan kali pertama pelatih asal Belanda itu menyoroti soal kekuatan mentalitas bertanding para penggawa Iblis Merah. Berdasarkan lansiran Mirror, Ten Hag dikabarkan kecewa dengan mentalitas dan karakter yang ditunjukkan anak-anak asuhnya kala dibekap the Eagles di laga lanjutan Liga Primer Inggris, akhir pekan lalu.

Baca Juga :
Denmark Open 2023: Tiga Ganda-Satu Tunggal Bertahan

Apabila menilik lebih jauh, eks pelatih Ajax Amsterdam itu juga sempat mengeluhkan soal mentalitas bertanding Marcus Rashford dan kawan-kawan pada pengujung musim lalu. Kala itu, Ten Hag menyebut, para penggawa MU memiliki kecenderungan untuk sulit bangkit usai tertinggal, termasuk saat dibekap Sevilla, 0-3, di leg kedua babak semifinal Liga Europa.

”Kami tidak bisa membantahnya. Ini masalah mentalitas. Kami harus belajar untuk bisa segera bangkit dan menatap laga sebelumnya. Tim ini kesulitan untuk bisa bangkit setelah tertinggal lebih dulu. Ini yang harus dibenahi,” kata Ten Hag seperti dilansir Manchester Evening News, beberapa waktu lalu. (wol/republika/ari/d1)