Prabowo Jamin Kebebasan Pers dan Tunduk Terhadap Demokrasi

JAKARTA, siaranrakyat – Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto mengungkapkan komitmennya untuk menjaga kebebasan pers. Sebab selama ini banyak pihak meragukan sikap Prabowo terhadap pers jika menjadi presiden.

Prabowo menegaskan jika dirinya selalu menjunjung tinggi asas demokrasi selama berkarir di militer. Hal itu sudah dia tunjukan dalam berbagai momentum.

“Saya orang yang percaya dengan demokrasi. Saya kira saya sudah buktikan komitmen saya dengan demokrasi saya dulu tentara,” ujar Prabowo dalam diskusi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).

Menurutnya, latar belakang dan lingkungan membuat banyak pihak meragukannya. Bahkan Prabowo pernah diisukan akan melakukan kudeta saat memegang komando di militer.

“Dulu banyak yang menuduh saya ini itu, mau kudeta ya kan. Tapi saya tidak kudeta. Berkali-kali, enggak tahu mungkin muka saya muka kudeta kali,” kata Prabowo.

Baca Juga :
Gerakan Jaga Pemilu Ajak Masyarakat Awasi Penyimpangan dan Kecurangan

Lebih lanjut, Prabowo memastikan dirinya akan terus menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Hal itu menjadi sebuah komitmen yang Prabowo terus bawa dalam setiap kontestasi politik.

“Saya ikut proses demokrasi sekian puluh tahun. Saya ikut konvensi di Golkar. Waktu itu disitu saya liat beberapa nilai. Saya bikin partai baru setapak demi setapak. Saya ikut pemilu sudah beberapa kali,” katanya.

Selain itu, komitmen menteri pertahanan (menhan) ini terhadap demokrasi sudah dia buktikan pada tiga kali kompetisi Pilpres. Sebab meski kalah, Prabowo tetap menerima pemenang dari pemilu.

“2009 sebagai calon wakil presiden ibu Mega, abis itu sebagai calon presiden. Capres lagi, dua kali kalah. Abis itu empat kali, saya percaya dengan proses demokratis. Elemen dari demokrasi pertama adalah pemilihan umum. Rakyat harus bisa memilih pemimpin,” pungkasnya. (wol/inilah/pel/d2)

Baca Juga :
Tanggapi Ucapan Prabowo ‘Endasmu Etik’, Ganjar: Masyarakat Bisa Menilai