TKN Prabowo-Gibran Launching Lagu Kampanye ‘Oke Gas’

JAKARTA, siaranrakyat – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menggandeng musisi muda asal Manado, Timur Indonesia, Richard Jersey untuk lagu resmi kampanye pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Prabowo-Gibran.

Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani mengaku secara resmi bahwa pihaknya tertarik dengan beat dan instrumen lagu ‘Oke Gas’ dari Richard tersebut.

?Kebetulan pada waktu lagu ini baru beberapa bulan kita dengarkan viral, terus inisiatif dari wakil ketua Akbar, kita minta untuk mengontak, kita engaged secara resmi untuk memakai lagu ini dan juga untuk merevisi liriknya,? kata Rosan di kawasan Hang Tuah, Jakarta Selatan, Senin (15/1).

Lebih lanjut, beruntungnya Richard diketahui merupakan penggemar Prabowo Subianto. Untuk itu, Rosan mengaku pihaknya meminta Richard agar merevisi lirik sesuai dengan gaya kampanye Prabowo – Gibran.

?Mas Richard responsnya langsung sangat bersemangat karena disampaikan ?saya pendukungnya pak Prabowo? ah ya sudah pas cocok, jadi itu mulanya,? tuturnya.

Baca Juga :
Ada Wiranto Hingga Agum Gumelar di Pertemuan SBY – Prabowo di Hambalang

Rosan juga meyakini lagu Oke Gas ini akan berdampak besar meraih suara pemilih muda lantaran lagu tersebut menggambarkan lagu yang riang dan gembira.

?Cocok pada pemilih muda, karena lagunya sangat energetik, dan juga memberikan aura yang positif. Jadi sesuai dengan apa yang kita laksanakan dalam kampanye selama ini,? jelas Rosan.

Sementara itu, Akbar Himawan Buchari juga menerangkan bahwa dengan melakukan kerja sama bersama Richard sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku ekonomi kreatif usaha kaum muda.

?Hari ini kita berikan ruang kepada anak muda yang ada di daerah untuk bisa memberikan kontribusinya, untuk bisa menghidupkan industri yang ada di daerah, untuk bisa go nasional, bahkan nanti apabila pasangan kita jadi presiden dan wakil presiden nanti akan kita promosikan sampai tingkat internasional,? jelas Akbar. (wol/ann/pel/d2)

Baca Juga :
Eks Napi Koruptor Ramai-ramai Nyaleg, Pengamat: DPR Harusnya Lakukan Pencegahan