TKN Prabowo-Gibran: Satu Putaran Adalah Jargon Semangat Juang, Anies Jangan Cemas!

JAKARTA, siaranrakyat – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran merespon pernyataan capres nomor urut 1 Anies Baswedan terkait narasi satu putaran Prabowo-Gibran akan direkayasa. Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Mahfuz Sidik mengatakan bahwa narasi satu putaran merupakan jargon dari paslon nomor urut 2.

“Jargon kami menang satu putaran itu semangat untuk memompa daya juang seluruh elemen termasuk kelompok-kelompok relawan yang terus berdatangan untuk memastikan kita bisa menang satu putaran,” ujar Mahfudz di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

Ia mengatakan jika melihat hasil survei Prabowo-Gibran sudah mendekati angka 50 persen. Sehingga kata dia, dari angka tersebut sudah bisa menentukan bahwa paslon nomor 2 akan menang satu putaran.

“Secara matematika pemilu begitu salah satu pasangan dari 3 pasangan ini mencapai angka diatas 40 sebenernya dia sudah mendapatkan buttom line, batas bawah yang cukup untuk bisa menang satu putaran,” katanya.

Dia mengatakan, narasi Anies soal satu putaran direkayasa adalah tanda kecemasan. “Jadi ini lebih pada semangat untuk bisa memenangkan pertarungan, jadi kalau ditafsirkan ada upaya untuk mencurangi saya kira itu pikiran kotor yang lebih mencerminkan kecemasan akan kalah,” pungkasnya.

Baca Juga :
Analisis Soal Debat Perdana Capres, Drone Emprit: Sentimen Positif Anies dan Ganjar 64 Persen

Sebelumnya, Anies menanggapi pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani soal kemenangan Prabowo-Gibran satu putaran dalam Pemilu 2024 merupakan suatu keharusan yang wajib diwujudkan. Anies menekankan, keputusan untuk menentukan kemenangan ada di tangan rakyat.

“Rakyatlah yang menentukan apakah satu calon dapat suara berapa persen. Kalau elite yang menentukan nanti dilakukan rekayasa untuk tercapai angka yang diharapkan elite,” ujar Anies di Ambon, Senin (15/1) lalu.

Dia mengingatkan kewenangan untuk memilih dan menentukan kemenangan paslon adalah milik rakyat, bukan orang-orang yang memiliki kuasa. “Jangan-jangan ini indikasi mau ada direkayasa, jangan sampai. Biarkan rakyat saja yang menentukan. Mau mendukung siapa, mau satu putaran, mau dua putaran, itu adalah kehendak rakyat bukan kemauan elite,” kata Anies. (wol/inilah/pel/d2)

Baca Juga :
Presiden Jokowi Akui Beri Restu Kaesang Gabung PSI